Profil Pimpinan

Nama

Dr. Livia Istania DF Iskandar, M.Sc., Psi.

Jabatan

Wakil Ketua

Profil

Livia Istania DF Iskandar lulus program profesi dari Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, kemudian menerima beasiswa Chevening dari Pemerintah Inggris untuk belajar Masters of Science dalam Psikologi Konseling di City University, London. Ia juga penerima beasiswa East West Center dari Pemerintah AS untuk mengikuti program Doktor Kesehatan Masyarakat di University of Hawaii di Manoa, Honolulu, Amerika Serikat dengan topik riset berjudul Testing the Women Abuse Screening Test for Intimate Partner Violence in Primary Health Centers (Skrining KDRT untuk pasien Puskesmas di Jakarta).

Ketertarikannya untuk bekerja untuk isu Kekerasan berbasis Gender dimulai sejak peristiwa Kerusuhan Mei 98. Ia kemudian menjadi Manajer Program untuk Proyek Kekerasan Terhadap Perempuan dengan lembaga PBB- UNFPA/UNIFEM yang diantaranya melahirkan Pusat Krisis Terpadu di RSCM tahun 2001. Ia kemudian menjadi Koordinator Pemulihan Untuk Penyintas di Komnas Perempuan  (2001-2002) yang memberikannya inspirasi untuk mendirikan PULIH- Pusat Pemulihan dan Penguatan Psikososial, Lembaga Bantuan Psikologis bagi masyarakat yang kurang mampu (Jakarta, sejak 2002) dengan rekan-rekannya psikolog dan aktivis lainnya. Ia juga mendirikan Kantor Lapangan PULIH di Aceh Pasca Tsunami (sejak 2005, namun Livia sudah bekerja sejak zaman Darurat Militer sejak konflik vertikal antara Militer dan Gerakan Aceh Merdeka – kantor saat ini terletak di Banda Aceh) dan sejak kembali dari Amerika Serikat setelah menetap disana  di tahun 2014, mendirikan kantor PULIH yang ketiga, Pulih@thePeak- Pusat Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga- sebuah kewirausahaan sosial untuk keluarga yang berkantor di Jl. Brawijaya Raya no 15, Jakarta Selatan.

Semangatnya untuk bekerja dengan komunitas, ia lakukan lewat mendesain program, pelatihan dan pemberian PsikoEdukasi, terutama untuk komunitas pedesaan dan terpencil di kepulauan Indonesia. Ia telah mendesain program untuk daerah konflik di Aceh, Ambon and Papua. Ia sering menjadi pelatih untuk para aktivis, pekerja kemanusiaan, polisi, petugas kesehatan di Puskesmas, Jaksa dan tokoh komunitas, di seluruh nusantara, terutama di Indonesia Timur, khususnya di propinsi Papua dan Papua Barat.

Sebelum menjadi Wakil Ketua Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban Republik Indonesia (LPSK RI), Livia aktif menjadi pembina di Yayasan Pulih yang didirikannya serta menjadi praktisi hingga tahun 2018, Livia mengikuti seleksi Calon Pimpinan LPSK dan terpilih menjadi Wakil Ketua LPSK RI Periode 2019-2024 menangani Pemenuhan Hak Saksi Korban Kekerasan Seksual Perempuan dan Anak serta Tindak Pidana Perdagangan Orang.