Opini : "Ancaman Kekerasan Seksual Terhadap Anak" oleh Edwin Partogi Pasaribu

| Ditulis Oleh : irfan maulana


Presiden Joko Widodo memimpin rapat terbatas terkait penanganan kasus kekerasan terhadap anak di Kantor Presiden, (9/1). Dalam kesempatan itu Presiden memperihatinkan kasus kekerasan seksual terhadap anak yang terus meningkat. Presiden meminta agar prioritas aksi pencegahan kekerasan pada anak melibatkan keluarga, sekolah dan juga masyarakat. Pertanyaan yang muncul, mengapa anak rentan menjadi korban?Adakah keluarga dapat menjadi ancaman bagi anak?

Penulis memfokuskan paparan ini dalam konteks kekerasan seksual terhadap anak. Fakta mengejutkan disampaikan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK), yaitu, sekitar 37 persen pelaku kekerasan seksual terhadap anak berasal dari keluarga inti ( 7 Januari 2020).

Mengapa anak menjadi korban? Usia anak memang rentan menjadi korban kejahatan.Anak-anak lebih mudah diarahkan. Mereka belum memiliki argumen atau kekuatan untuk menolak ajakan dari pihak yang tidak bertanggung jawab. Faktor yang membuat kekerasan anak menjadi tinggi salah satunya disebabkan oleh paradigma atau cara pandang yang keliru mengenai anak. Hal ini menggambarkan seolah kekerasan terhadap anak sah-sah saja karena dianggap hak milik orang tua yang didik dengan sebaik-baiknya termasuk dengan cara yang salah sekalipun.

Untuk membaca lebih lanjut, silahkan unduh link dibawah..


Selanjutnya download disini