Opini : “Safe House” oleh Edwin Partogi Pasaribu

| Ditulis Oleh : irfan maulana


Rumah sekap, demikian terminologi rumah aman (RA) yang digunakan Miko atau Niko Panji Tirtayasa, saksi perkara korupsi Hakim Konstitusi Akil Mochtar, dalam keterangannya di Panitia Khusus (Pansus)Hak Angket DPR pada 11 Agustus lalu. Miko pernah menjadi terlindung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Tepatkan istilah rumah sekap tersebut?

Keterangan Miko itu, berlanjut polemik antara Pansus hak angket dan KPK tentang keabsahan KPK memiliki RA or safe house. Tulisan dibawah ini coba untuk menguraikan hal ihwal safe house agar dipahami keberadaannya. Tentu yang bisa dijelaskan penulis sebatas RA Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Sebelum keterangan Miko diatas soal RA, tahun lalu di kasus pembunuhan terduga Jessica Mirna Solihin, pihak penyidik menempatkan asisten rumah tangga Jessica dalam RA kepolisian.

Di lain perkara pada Mei 2015, Safe House SOS, Jakarta Timur, ramai didatangi oleh Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), petinggi Polri, dan Menteri yang mengikut sertakan jurnalis, menemui anak-anak korban penelataran oleh orang tuanya.

Dari sekilas uraian diatas, ternyata selain LPSK, dan KPK, kepolisian serta Kemensos juga memiliki RA. Lalu bagaimana regulasi RA sebenarnya?


Selanjutnya download disini