Buku Potret Saksi dan Korban Dalam Media Massa Tahun 2011

18 April 2012 | Ditulis Oleh : Humas LPSK


Fenomena ancaman terhadap saksi bukanlah sekadar wacana. Fakta menunjukkan bahwa posisi saksi dan korban tindak pidana sangat rentan terhadap  teror dan intimidasi. Mereka juga tidak terlindungi oleh hukum dan terisolasi dari masyarakat luas. Itulah sebabnya saksi ataupun korban, khususnya dalam tindak pidana,  cenderung tidak mau bicara karena posisi publiknya justru dapat menempatkan mereka  sebagai “korban untuk kedua kalinya” akibat pengungkapan peristiwa yang dialami, didengar, ataupun diketahuinya.

Fakta tersebut tentu menjadi cambuk bagi proses penegakan hukum, terutama dalam reformasi peradilan pidana, bahwa perlindungan saksi dan korban merupakan bagian integral yang tidak dapat dipisahkan untuk mencapai proses penegakan hukum yang ideal. Tahun 2011 memperlihatkan potret miris kondisi saksi dan korban dalam penanganan tindak pidana. Dan buku ini menggambarkan sejumlah potret miris tersebut,  kondisi saksi dan korban sepanjang tahun 2011 yang disajikan secara garis besar atas beberapa kasus yang mencuat di media massa.

Selanjutnya download disini